Pasca Terjadinya Lakalantas Travel Rsima di Jalan Tol Permai, Manajemen Travel Rsima Belum Kunjungi Korban, Keluarga Korban Minta Tanggung Jawab

Salah satu korban yang menjalani perawatan medis, mengaku hingga kini baru sekali dikunjungi oleh Manajemen Travel Rsima yang mengalami Lakalantas ditengan Operasi Patuh Lancang Kuning 2926 selama 14 Hari Se Polda Riau.

DETAK60.COM, BENGKALIS - Pasca terjadinya Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di jalan Tol Kilometer 62 Duri menuju Pekanbaru. Yang mana melibatkan satu unit mobil jenis Toyota Hiace berplat kuning yang diduga milik salah satu travel terkenal di Duri dengan merk Rsima, belakangan menuai komentar positif dan negatif.

Pasca lakalantas tersebut, komentar dari keluarga korban yang merupakan penumpang dari travel Rsima tersebut dan menjadi korban yang mengalami luka cukup serius memberikan komentar pedas terkait dengan sikap yang dilakukan oleh Manajemen Travel Rsima tersebut.

Hingga Ahad (1/11/2026) keluarga korban mengakui belum ada datang manajemen dari travel Rsima untuk menjenguk atau melihat korban yang sedang mengalami perawatan medis di RS Awal Bross, Pekanbaru.

Informasi yang di awak media di lapangan, perwakilan travel memang sempat mendatangi korban pada Sabtu lalu. Namun, kedatangan tersebut disebut hanya sebatas melakukan pendataan, bukan untuk memastikan kondisi maupun memberikan dukungan langsung kepada para penumpang yang mengalami luka-luka. .

Dari belasan korban, tiga diantaranya diketahui merupakan karyawan PT ACS. Salah satu korban dengan kondisi cukup serius adalah Rahmat Khalik (29).

Rahmat mengalami retak tulang di bagian belakang leher dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di RS Awal Bross Pekanbaru.

Kondisi tersebut membuat keluarga korban berharap manajemen Rsima tidak lepas tangan dan menunjukkan komitmen nyata dalam membantu proses pemulihan para penumpangnya.

"Secara resmi mengunjungi belum ada hingga kini. Kami berharap manajemen Rsima berkomitmen membantu proses pemulihan korban sampai benar-benar pulih, "harap salah seorang keluarga korban.

Keluarga korban juga berharap tanggung jawab pihak travel tidak berhenti pada pendataan korban semata, melainkan juga mencakup perhatian dan pendampingan selama para penumpang menjalani proses pengobatan hingga kondisi mereka kembali pulih, terutama bagi korban yang bekerja dan berpenghasilan agar ditanggung jawapi oleh pihak manajemen Travel Rsima.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait belum adanya kunjungan resmi kepada korban, Pimpinan Travel Rsima, H. Efendi, melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp pada Ahad (1/11/2026), belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, satu unit mobil Toyota Hiace milik Travel Rsima yang melayani perjalanan rute Duri menuju Pekanbaru mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pekanbaru - Dumai, tepatnya di Kilometer 63, Kamis (29/10/26) malam. Kecelakaan terjadi ditengah Polres Se Polda Riau melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Lancang Kuning selama 14 hari terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026 nanti.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Unit Laka Lantas Polres Bengkalis, kecelakaan tersebut diduga dipicu pengemudi yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara. Insiden itu mengakibatkan belasan penumpang mengalami luka luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Kini, selain proses penanganan kecelakaan, perhatian keluarga korban tertuju pada tanggung jawab manajemen travel terhadap penumpang yang menjadi korban, terutama mereka yang mengalami luka serius dan masih membutuhkan perawatan medis. ***


[Ikuti Detak60.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar