Lulusan Sarjana di Duri jadi Pengangguran, Dekingan, Uang Sogok Menjadi Acuan Pada Perusahaan Migas

Ilustrasi

DETAK60.COM, DURI - Fenomena sarjana menganggur di Indonesia mencapai angka lebih dari satu juta orang, disebabkan oleh ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, minimnya serapan lapangan kerja sektor formal, serta kurikulum perguruan tinggi yang kerap tertinggal dari perkembangan teknologi. 

Tak hanya "ketidaksesuaian, fenomena sarjana nganggur juga meliputi di wilayah Duri, yang mana mayoritas berkecimpung du dunia kerja Minyak bumi dibawah naunggan PT. Pertamina Hulu Rokan. 

Salah seorang sarjana yang berasal dari Politeknik Negeri Bengkalis berinisial R, bercerita kepada awak media bahwa menjadi pengangguran dan tak dapat kesempatan bekerja di Migas disebabkan minimnya info lowongan kerja, bahkan tidak memiliki dekingan serta uang sogokan untuk masuk kerja. 

"Dunia kerja di Duri ini sangat-sangat unik. Lowongan kerja yang diduga tak melibatkan Dinas atau instansi terkait, ditambah bobroknya harus ada dekingan orang dalam (ordal) serta uang sogokkan yang angka nya cukup membuat jantung terkejut mencapai belasan juta jika ingin bekerja, "terang R. 

Tak hanya itu, perusahaan-perusahaan dibawah naungan PT. Pertamina Hulu Rokan diduga kuat sangat tidak terbuka alias transparansi berapa tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar. 

"Uniknya lagi di Duri ini, tak pernah terpubliasi sebuah sebuah perusahaan dibawah bendera PT. PHR berapa naker lokal dan berapa naker luar. Saya melihat dengan mudahnya naker luar masuk ke Duri dengan alasan ada dekingan keluarga serta uang pelincin alias sogokkan untuk masuk kerja, "celetuk R. 

Salah satu contoh ada perusahaan berinisial P, rata-rata karyawannya orang dari luar daerah Bengkalis dan baru memiliki dokumen kependudukan Bengkalis setelah bekerja. 

Tentunya hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terutama Instansi terkait. 

Awak media mencoba untuk konfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Tramsmigrasi Kabupaten Bengkalis, Sevnur menjawab bahwa saat ini beliau masih berada di Pekanbaru. 

"Saya masih rapat kordinasi di Dinaskertrans Provinsi Riau bersama beberapa anggota Dewan, nanti saya jelaskan ya bang (wartawan,red), "jelasnya. ***


[Ikuti Detak60.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar