Berita Duka, Mantan Bupati Siak dua periode Arwin AS Tutup Usia
DETAK60.COM, SIAK - Kabar duka bagi masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Siak. Mantan Bupati Siak dua periode, Arwin AS, meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi, usai menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Sang Bapak Pembangunan Siak ini menghembuskan nafas terakhir di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
Kabar dukacita ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Riau, Iman Munandar, SH, MH.
"Ya, saya sedang menuju rumah duka. Beliau tokoh yang membesarkan PA GMNI di Riau. Beliau Ketua PA GMNI di Riau yang pertama. Keluarga besar PA GMNI sangat kehilangan sosok panutan," kata Iman dikonfirmasi, Sabtu pagi ini.
Kepergian Arwin menjadi kehilangan bagi masyarakat Kabupaten Siak, mengingat perannya sebagai salah satu tokoh penting dalam pembangunan daerah berjuluk Negeri Istana tersebut.
Arwin AS dikenal sebagai bupati definitif pertama Kabupaten Siak yang memimpin selama dua periode, yakni 2001-2006 dan 2006-2011. Masa kepemimpinannya berlangsung ketika Siak masih berada pada tahap awal pembangunan setelah dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis pada 1999.
Selama satu dekade memimpin, Arwin meletakkan sejumlah fondasi pembangunan pemerintahan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi daerah. Salah satu peninggalan paling menonjol dari masa kepemimpinannya adalah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang membentang di atas Sungai Siak.
Jembatan sepanjang sekitar 1.196 meter tersebut dibangun mulai 2002 dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Agustus 2007. Keberadaan jembatan itu mengubah konektivitas kawasan Siak Sri Indrapura, sekaligus menjadi salah satu ikon pembangunan Kabupaten Siak hingga sekarang.
Arwin juga dikenal memiliki peran penting dalam merintis dan memperkuat keberadaan PT Bumi Siak Pusako (BSP), badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi.
Melalui BSP, Pemerintah Kabupaten Siak membangun keterlibatan ekonomi daerah dalam pengelolaan sumber daya migas, sebuah langkah yang kemudian menjadi bagian penting perjalanan industri perminyakan daerah.
Pesan Terakhir tentang Perjuangan Hak Migas Siak.
Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Arwin diketahui mengalami penurunan. Meski demikian, ia masih memberikan perhatian terhadap perkembangan pembangunan dan persoalan keuangan Kabupaten Siak.
Pada awal Oktober 2026, Bupati Afni Zulkifli menyempatkan diri menemui Arwin yang sedang sakit sebelum bertolak ke Jakarta untuk memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) migas Kabupaten Siak kepada Kementerian Keuangan. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Siak terhadap proyeksi penurunan penerimaan DBH migas pada 2027.
Dalam pertemuan itu, Arwin memberikan semangat kepada Afni agar tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat Siak.
"Berjuanglah, jangan menyerah. Berjuanglah. Diiringi dengan doa. Berjuanglah. Sebagaimana dulu aku berjuang untuk jembatan bisa membentang di atas Sungai Siak," kata Afni menirukan pesan Arwin.
Setelah tidak lagi menjabat bupati pada 2011, Arwin tetap menjadi salah satu tokoh senior yang dimintai pandangan mengenai perkembangan Siak. Ia juga beberapa kali memberikan nasihat kepada pemimpin daerah mengenai pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. *
Tulis Komentar