Dipicu Berita Lakalantas, Oknum DPRD Bengkalis Sebut "Media Sampah" Dalam Status Whatsappnya
BENGKALIS, DETAK60.COM - Dunia kewartawanan kembali tergores. Kali ini datang dari salah seorang oknum anggota DPRD Bengkalis.
Berawal dari salah satu berita terkait kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Desa I api - api Kecamatan Bandar Laksamana yang dialami oleh salah seorang anggota DPRD Bengkalis dengan jabatan wakil ketua II.
Terkait pemberitaan yang masih simpang siur dan belum direlease oleh pihak kepolisian, salah seorang anggota DPRD Bengkalis lainnya yang merupakan saudara kandung dari korban lakalantas langaung menghubungi wartawan dari pantauriau.com atas nama Handana, Selasa (31/03/2026).
"Kau rasa betul isi berita kau", isi chat Anggota DPRD Bengkalis bernama Tantowi.
Tak lepas dari situ, oknum anggota DPRD Bengkalis pun langsung membuat status historri whatsapp dengan berisikan yang menyinggung hati media di Bengkalis.
"Media sampah, kalau gak tau fakta, jangan buat berita" "tulisnya.
Bahkan oknum anggota DPRD Bengkalis juga menyerang secara pribadi dari salah seorang wartawan Pantauriau.com yang mana menyebutkan.
"Simpan aja kartu kuning tu baik baik ye, "isi salah satu chat yang dikirimkan oleh Tantowi kepada Handana wartawan pantauriau.
Untuk diketahui Tantowi yang juga kakak kandung Hendrik Firnanda korban dari lakalantas dinilai tidak mencerminkan seorang wakil rakyat.
Satus tersebut spontan mengundang banyak komentar oleh wartawan dan awak media di Kabupaten Bengkalis.
"Kalau begitu, apa pantas dia disebut dewan yang terhormat?,"ucap CEO Riau24jam.com, Robby Leonardo.
Saat status tersebut dilempar kembali dengan tujuan dan maksud siapa media sampah yang dimaksud, Handana kembali mendapati bahasa yang membingungkan sekaligus dianggap mencederai profesi wartawan."Dia bilang simpan aja kartu kuning tu baik baik ye, ini sudah keterlaluan,"ungkap Dana dengan mimik wajah kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maksud dan tujuan Ketua Komisi IV tersebut. ***
Tulis Komentar