Diduga Banyak Temuan Pada MBG, Kinerja Pengawasan SPPG Bengkalis dipertanyakan Masyarakat
BENGKALIS, DETAK60.COM — Sejumlah temuan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi kembali memantik sorotan publik di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Pertanyaan mendasar pun mengemukakan, di mana fungsi pengawasan dan tindakan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas mutu dan keamanan serta pengawasan makanan yang didistribusikan.
Program MBG yang digagas sebagai upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan, sejatinya memiliki standar ketat terkait kebersihan, kelayakan, dan nilai gizi makanan. Namun, munculnya temuan makanan bermasalah di lapangan memunculkan dugaan adanya celah serius dalam sistem pengawasan.
Berdasarkan penelusuran, SPPG memiliki peran strategis, mulai dari pengawasan proses pengolahan, distribusi, hingga memastikan makanan yang disalurkan aman dan layak dikonsumsi. Sayangnya, ketika temuan tersebut mencuat ke ruang publik, respons resmi dari pihak pengawas justru minim.
Sejumlah pihak menilai, jika temuan makanan tidak layak konsumsi benar terjadi, maka evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG perlu segera dilakukan. Tidak hanya sebatas klarifikasi, tetapi juga tindakan konkret agar kejadian serupa tidak berulang.
Menanggapi hal itu, Fhirman Sinaga selaku Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bengkalis, Selasa (03/02/2026) mengatakan pihaknya telah merespon dengan cepat dan tanggap terkait dengan keluhan pada isi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami telah langsung melaksanakan mediasi antara pihak sekolah dan wali murid untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Mediasi ini berjalan dengan baik, konstruktif, dan tanpa memerlukan intervensi. Pihak sekolah dan wali murid menyampaikan apresiasi atas respons yang diberikan oleh Korwil Bengkalis, yang dinilai sangat positif dan kooperatif.
"Kami di Bengkalis komitmen akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak adalah aman dan bergizi,” paparnya.
Hasil mediasi telah dijadikan bahan evaluasi bersama untuk seluruh SPPG di Kabupaten Bengkalis, untuk meningkatkan kualitas program MBG dan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan aman.
“Kami berharap dengan kerjasama dan komunikasi yang baik, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Bengkalis,” tukasnya. ***
Tulis Komentar