Terkait Temuan MBG Diduga Tak Higienis Kemana SPPG Mandau dan Bengkalis
BENGKALIS, DETAK60.COM - Beberapa waktu lalu, masyarakat Duri terutama Kecamatan Mandau dan orang tua wali murid dihebohkan dengan temuan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Probawo Subianto.
Hasil penelusuran awak media beberapa waktu lalu beberapa orang tua wali murid yang mengeluhkan terkait MBG yang didapatkan ditemukan puntung rokok, omprengan yang berulat serta buah-buahan yang berbelatung.
Publik masih bertanya-tanya terkait pengawasan, kebersihan serta higienis Makan Bergizi Gratis yang diberikan kepada anak-anak sekolah dan juga merupakan program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau, Handana kepada awak media.
"Kita meminta pihak-pihak yang terkait agar segera melakukan investigasi terhadap temua-temuan terkait MBG. Jangan hanya didiamkan dan dibiarkan, ini sudah mencoreng program baik Presiden Republik Indonesi Bapak Prabowo Subianto. Bila perlu pihak terkait seperti SPPG atau BGN lakukan teguran keras agar ke depan nya lebih diperhatikan terkait higienis dan kebersihan makanan yang akan diberikan kepada anak-anak sekolah. Sanksi bisa diberikan kepada oknum dapur bila keselahan terjadi dan tentunya akan ada evaluasi yang bisa dilakukan, "terang Handana Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau.
Penelusuran awak media di google terlihat bahwa pengawasan MBG dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertugas sebagai unit dapur pusat (central kitchen) yang bertanggung jawab penuh atas rantai produksi makanan, mulai dari belanja bahan baku berkualitas, pengolahan menu sesuai standar gizi, pengemasan higienis, hingga distribusi tepat waktu ke sekolah-sekolah. SPPG memastikan makanan bergizi dan aman bagi siswa, ibu hamil, dan balita.
Berikut tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta tanggung jawab dari pihak SPPG :
1. Pengelolaan Dapur Pusat (Central Kitchen).
Mengatur seluruh operasional dapur, mulai dari kebersihan, sanitasi, hingga penggunaan peralatan dapur yang higienis.
2. Pengadaan dan Manajemen Bahan Baku. Membeli bahan baku berkualitas dan memastikan ketersediaannya sesuai menu yang telah disusun, seringkali bermitra dengan potensi lokal.
3. Produksi Makanan Berstandar Gizi.
Memasak makanan dengan komposisi gizi seimbang (karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur, buah) dan diawasi oleh ahli gizi.
4. Distribusi dan Pengemasan.
Mengemas makanan dalam wadah tertutup aman (foodtray) dan mendistribusikannya ke sekolah-sekolah sasaran.
5. Quality Control (QC)
Memastikan makanan yang diproduksi aman, higienis, dan sesuai dengan standar porsi.
6. Administrasi dan Pelaporan.
Mencatat laporan produksi harian, penggunaan bahan, laporan sisa makanan (waste), dan pelaporan ke Badan Gizi Nasional untuk evaluasi.
7. Kebersihan dan Sanitasi:
Memastikan kebersihan alat makan dan lingkungan dapur, termasuk pengelolaan limbah.
Dengan demikian, SPPG berperan sebagai ujung tombak operasional MBG dalam memastikan konsistensi kualitas dan distribusi makanan ke anak-anak sekolah. ***
Tulis Komentar