Beredar Isu Diduga Pihak Sekolah Menerima Insentif Untuk Melakukan Pengawasan MBG Sesuai Dengan Jumlah Siswa
Diduga Banyaknya Temuan MBG Tak Higienis, Kepala SPPG Bengkalis Berjanji Akan Evaluasi
DURI, DETAK60.COM - Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya kecamatan Mandau dan Bathin Solapan kembali menjadi sorotan.
MBG yang menjadi program andalan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang langsung bersentuhan kepada siswa dan siswi di seluruh wilayah Indonesia, ternyata dugaan pengelolaan yang tidak benar, sehingga menimbulkan kecaman srrta komentar dan temuan yang negatif. 
Beberapa waktu lalu, lauk yang tersedia didalam omprengan MBG pada salah satu sekolah ditemukan ulat belatung sehingga batal untuk dikonsumsi oleh generasi penerus bangsa.
Tak hanya ulat belatung, murid sekolah dasar juga menemukan lauk yang terdapat potongan rambut panjang sehingga membuat murid sekolah dasar batal untuk mengkonsumsinya.
Tak hanya itu, porsi yang disediakan oleh salah satu dapur di kecamatan Bathin Solapan, diduga jauh dari apa yang telah ditetapkan oleh SPPG dan sangat sedikit. 
Dugaan temuan-temuan di lapangan MBG tersebut sudah luput dari pengawasan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Kabupaten Benglalis.
Munculnya permasalahan-permasalahan pada MBG di kecamatan Mandau dan Bathin Solapan tentunya menjadi perhatian publik.
Bahkan, dugaan penerimaan insentif oleh pihak sekolah yang telah diatur dalam Surat Edaran (SE) diduga menjadi sorotan sehingga pengawasan terhadap menu MBG menjadi bebas alias sesuka hati. Pengawasan yang minim, menbuat menu MBG amburadul.
Awak media Detak60.com mencoba untuk konfirmasi melalui Kepala SPPG wilayah Bengkalis Fhirman dinomor Whatsapp 0852 6306 xxxx beberapa waktu lalu mengaku sebagai Kepala SPPG untuk wilayah Bengkalis.
"Fhirman sebagai kepala pengawasan SPPG untuk wilayah Bengkalis bang (wartawan,red), "ujarnya singkat.
Kembali awak media mengkonfirmasi terkait pengawasan dapur-dapur yang menjadi mitra untuk MBG terutama dapur yang bermasalah. Dengan jangka waktu selama 3 hari hanya menjawab.
"Siap bang. Iya bang, kita setiap informasi yang kita dapatkan langsung kita evaluasi didapur bang, "jawan Fhirman secara singkat.
Temuan pun kembali ditemukan, kali ini porsi yang didapatkan diduga tidak sesuai dengan apa yang diterapkan, sehingga dugaan penyelewengan anggaran MBG pun sangat kental dirasakan.
Saat awak media kembali mengkonfirmasi terkait dugaan porsi yang tidak sesuai, Fhirman tak kunjung menjawab hingga berita ini diterbitkan.
Orang tua wali murid yang merasa dirugikan dengan pengelolaan MBG tersebut, meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, segera turunkan tim untuk benar-benar bekerja, agar apa yang telah diprogramkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan Negara. ***
Tulis Komentar