Merasa Resah Diberitakan, Oknum Mafia Pelansir BBM Subsidi Intimidasi dan Ancam Wartawan

DURI, DETAK60.COM - Maraknya pemberitaan dari sejumlah awak media di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, terkait aktivitas dugaan para pelansir BBM subsidi jenis bio solar di SPBU Hangtuah dan Sudirman ternyata membuat gerah para aktor di balik praktik mafia BBM subsidi.

Informasi dihimpun, salah satu bos mafia solar mulai menunjukkan reaksi setelah aktivitas ilegal pelansiran BBM subsidi jenis bio solar mereka terekspos publik dan mendapat kecaman negatif dari masyarakat. 

Saat awak media melakukan pemantauan langsung di SPBU Hangtuah Hari ini, Ahad (23/11/2025) seorang bos mafia solar berinisial ES, menghubungi jurnalis Detak60.com. 

Dalam percakapan telepon itu yang di Rekam, ia mencoba membuka ruang negosiasi serta mengintimidasi awak media. Bahkan diduga melakukan pengancaman. 

“Kalau memang bisa dibicarakan, kita bicarakan. Kalau tidak bisa dibicarakan, silakan saja… manusia itu punya cara masing-masing ya,” ujarnya dengan nada mengancam. 

Jurnalis yang dihubungi kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal yang bersangkutan dan gak mengerti maksud dan tujuannya. 

Ketika bos Mafia tersebut mengajak bertemu, permintaan itu langsung ditolak oleh wartawan Detak60.com. 

Bahkan oknum bos mafia diduga sebagai pelansir BBM subsidi jenis bio solar dengan jelas mengatakan 

"Saya pemilik colt diesel yang jelek, "ujarnya ES dengan jelas. 

Situasi di lapangan juga semakin memanas. Pada Sabtu siang, jurnalis KabarDuri.net juga mendapatkan tindakan tidak terpuji dari salah satu Sopir pelansir Mobil Panter.  Oknum supir mobil panther dengan jelas terlihat mengacungkan jari tengah ke arah jurnalis yang sedang melakukan peliputan di area SPBU Hangtuah. 

Tidak hanya itu, seorang wanita berambut pendek yang mengendarai Toyota Fortuner juga mencoba masuk ke jalur pengisian BBM subsidi jenis bio solar untuk kepentingan agar diberikan kepadanya agar bisa melakukan pelansiran untuk mobil panther. 

Namun aksinya gagal setelah pengawas SPBU Hangtuah menolaknya karena antrian yang panjang dan membludak. 

Menanggapi ancaman tersebut, Hendra Setiawan, pemilik Jagariau.com mengaku prihatin dan mengutuk keras sikap oknum mafia itu. Menurutnya, cara cara premanisme masih menjadi trend guna memperlancar aksinya meraup keuntungan dengan menyelewengkan BBM Subsidi jenis bio solar di SPBU-SPBU. 

"Sudah basi cara-cara seperti ini, silahkan saja pakai cara sendiri. Kita sudah siap, kalau perlu kita ketemu di Polda saja,"ujarnya kesal. 

Sejumlah jurnalis memastikan akan terus melakukan kontrol sosial untuk mengawasi penyalahgunaan BBM subsidi di Duri, mengingat aktivitas mafia solar telah merugikan masyarakat luas. ***
 


[Ikuti Detak60.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar