Besak Borak, Tuai Polemik! Istilah ‘Media Sampah’ Dinormalisasi Melalui Medsos

Cuplikan foto dari akun media soaial besak borak yang menyudutkan media online yang berbadan hukum

BENGKALIS, DETAK60.COM - Polemik antara media dan pernyataan pejabat publik kembali mencuat. Kali ini, akun media sosial TikTok bernama Besak Borak menjadi sorotan setelah dinilai menormalisasi penggunaan istilah “media sampah” yang sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Tantowi. 

Kontroversi ini bermula dari kritik yang disampaikan oleh Redaksi KabarDuri.net terhadap pernyataan Tantowi di media sosial yang menyebut “media sampah”. Kritik tersebut muncul sebagai bentuk respons atas ucapan yang dianggap tidak pantas dan merendahkan profesi jurnalistik. 

Namun, alih-alih meredakan situasi, akun TikTok Besak Borak justru mengunggah konten yang dinilai memperkuat dan menormalisasi penggunaan istilah tersebut. 

Bahkan dalam narasinya, akun tersebut menyebut seolah-olah KabarDuri.net memberitakan secara negatif terkait kecelakaan yang melibatkan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis. 

Redaksi KabarDuri.net dengan tegas membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan bahwa pemberitaan yang dilakukan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik dan tidak pernah menyudutkan pihak mana pun dalam peristiwa kecelakaan tersebut. 

“Kami tidak pernah memberitakan secara negatif dan Kita menunggu data Kronologis kejadian dari Satlantas polres Bengkalis," demikian pernyataan dari pihak redaksi. 

Lebih lanjut, pihak KabarDuri.net menegaskan bahwa kritik yang mereka sampaikan murni ditujukan pada etika komunikasi seorang pejabat publik. 

Menurut mereka, penggunaan istilah seperti “media sampah” tidak mencerminkan sikap yang bijak dari seorang anggota legislatif. 

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah publik. Pantaskah seorang anggota DPRD menggunakan diksi yang merendahkan media, yang sejatinya merupakan pilar demokrasi? 

Anggota dewan seharusnya mampu menjaga etika, baik dalam pernyataan resmi maupun di media sosial. Kritik terhadap media bisa disampaikan secara elegan tanpa harus menggunakan kata-kata yang berpotensi menyinggung dan memicu polemik. ***


[Ikuti Detak60.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar