Kembali ditemukan, Menu MBG di Mandau Terindikasi Basi

Msnu MBG yang teindikasi bakso basi kembali terkuak di kecamatan Mandau

MANDAU, DETAK60.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam. Pada Senin (2/3/2026), keluhan orang tua siswa terkait menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi menyebar luas di sejumlah grup WhatsApp, grup komite kelas sekolah, hingga KT Mandau. 

Keluhan tersebut disertai foto paket MBG yang diterima siswa. Dalam gambar terlihat satu buah pisang, roti kemasan, serta bakso yang dikemas dalam wadah plastik. Sejumlah wali murid menyebut bakso dalam paket MBG tersebut diduga sudah basi dan tidak dapat dikonsumsi. 

Salah satu pesan yang beredar di grup WhatsApp komite kelas menyampaikan kekecewaan secara terbuka. 

“Menu MBG anak hari ini sangat mengecewakan, dan bakso yang ada di menu MBG-nya basi, tidak bisa dimakan,” tulis salah seorang wali murid. 

Masih di grup yang sama, wali murid lainnya bahkan mengajak orang tua untuk menyampaikan keberatan langsung kepada pihak dapur MBG. 

“Menu MBG anak hari ini moms cuma ini. Adapun baksonya basi, nggak bisa dimakan. Orang tua yang mau ikut komplain ke dapur MBG, yok gas,” tulis pesan lanjutan yang juga beredar. 

Keluhan serupa juga muncul di grup WhatsApp KT Mandau. Dalam percakapan grup tersebut, salah satu anggota mengirimkan foto paket MBG sambil menyampaikan kekecewaan. 

“Selamat siang pak, menu MBG anak hari ini sangat mengecewakan. Dan bakso yang ada di menu MBG-nya basi, nggak bisa dimakan,” tulisnya. 

Pesan itu kemudian direspons anggota grup lainnya dengan pertanyaan singkat. 

“SD mana?” tulis salah satu anggota grup. 

Pesan tersebut dijawab langsung oleh pengirim awal keluhan. 

“SD 35 Rokan Ketua,” balasnya. 

Percakapan tersebut memicu reaksi lanjutan dari anggota grup lainnya. Salah satu komentar singkat namun bernada keprihatinan berbunyi, “Kacauuu,” yang mencerminkan keresahan para orang tua atas kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. 

Keluhan para wali murid ini memicu reaksi keras. Mereka menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar soal variasi menu, melainkan menyangkut keamanan pangan dan kesehatan anak. 

“Kalau benar basi, ini sangat berbahaya. Program MBG seharusnya menyehatkan, bukan malah berisiko,” tulis salah satu anggota grup menanggapi unggahan tersebut. 

Hingga berita ini diterbitkan, Fhirman Sinaga, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Bengkalis, telah dikonfirmasi redaksi melalui pesan WhatsApp. Namun yang bersangkutan hanya memberikan jawaban singkat, “siap-siap bg,” tanpa penjelasan lebih lanjut terkait dugaan makanan basi tersebut. 

Sementara itu, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait. Para orang tua mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah. 

Masyarakat berharap Program MBG dijalankan dengan pengawasan ketat dan standar kebersihan yang tinggi, mengingat sasaran program ini adalah anak-anak yang rentan terhadap risiko kesehatan. Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan lanjutan dari pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. ***
 


[Ikuti Detak60.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar