Ketua LAMR Mandau, Datuk Zulfan Efendi, DURI, DETAK60.COM - Makan Bergizi Gratis alias MBG yang merupakan program dari Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, merupakan program yang sangat nyata dan baik diperuntukkan bagi anak-anak sekolah. 
Namun sayangnya program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia agar anak-anak mendapatkam gizi yang cukup serta memenuhi standar kesehatan, diduga diselewengkan oleh oknum-oknum penyedia dapur-dapur yang ingin meraup keuntungan lebih dari yang telah ditentunkan.
Hal itu terjadi diwilayah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Tepatnya bulan Januari 2026. Salah seorang netizen memposting makanan MBG yang diterima anak nya sepulang sekolah yang mana buahan yang diterima berbelatung. 
Tak hanya itu MBG yang seharusnya dalam bentuk makanan berat seperti nasi, lauk pauk dan sayuran, ironinya anakz-anak sekolah harus menerima kenyataan makanan ringan berbentu snack, buah-buahan dan makanan cepat saji lainnya.
Hebohnya postingan mendapat tanggapan positif dan negatif bahkan petinggi daerah setingkat kabupaten enggan berkomentar.
Tak hanya makanan, omprengan MBG yang diberikan kepada anak-anak dibeberapa sekolah ditemukan juga ulat-ulat belatung serta telur lalat yang diduga tak higines saat dilakukan pencucian. 
Hal tersebut mendapat tanggapan keras oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau Datuk Zulfan Effendi, S. Sos menyatakan, sangat menyayangkan dan prihatin atas hal tersebut bisa terjadi apalagi untuk dikonsumsi oleh para siswa dan siswi yang menjadi generasi penerus bangsa Indonesia.
"Seharusnya pihak Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) terkhususnya yang berada di Kecamatan Mandau lebih jeli lagi memperhatikan untuk menyediakan makanan atau buahan untuk di Konsumsi oleh para Siswa dan Siswi di sekolah, "kata Datuk H. Zulfan Effendi, Sos.
Ditambahkannya, Kalau kejadian seperti ini otomatis akan memperburuk nama dari Pemerintah Pusat karena Program MBG ini merupakan program unggulan yang tujuannya agar para Siswa dan Siswi diseluruh Indonesia mendapatkan gizi yang layak.
"Kami sebagai Ketua LAMR Kecamatan Mandau, meminta kepada seluruh dapur yang berada di Kota Duri ini khususnya lecamatan Mandau, jangan sempat kejadian seperti yang sudah diberitakan dibeberapa media tersebut terjadi kembali," tandasnya.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda. Namun, dugaan ini justru membuka celah persoalan serius pengawasan yang longgar, standar yang diabaikan, dan potensi pelaksanaan yang asal jadi.
Jika program Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diduga menjadi permainan oknum-oknum penyedia Dapur, kepada pihak kepolisian dan instansi terkait agar melakukan pengawasan lebih ketat dan berikan tindakan hukum. ***