Dugaan BBM Subsidi Jenis Bio Solar Harusnya Milik Masyarakat, Dikuasai Oleh Segelintir Oknum Mafia Pelansir

Disprindag Bengkalis Berjanji Akan Lindungi Hak Konsumen Terkait BBM Subsidi Bio Solar


Dibaca: 200 kali 
Jumat, 21 November 2025 - 09:00:14 WIB
Disprindag Bengkalis Berjanji Akan Lindungi Hak Konsumen Terkait BBM Subsidi Bio Solar SPBU jalan Hang Tuah dengan Nomor 14.287.634 terlihat masih antrian panjang diduga oleh para pelansir

DURI, DETAK60.COM - Beberapa waktu lalu di Kecamatan Mandau, tepatnya di SPBU jalan Sudirman dan Hang Tuah yang diduga marak terjadi jual beli BBM subsidi jenis Bio Solar. 

Antrian para pelansir yang membeli BBM Subsidi jenis bio solar secara terang-terangan terus terjadi. Bahkan para pelansir juga secara nekat bolak balik mendatangi SPBU untuk kemudian membeli BBM Subsidi jenis bio solar dengan harga yang miring. 

Padahal untuk diketahui BBM subsidi jenis bio solar diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 dan UU Cipta Kerja. Dimana Konsumen yang berhak adalah masyarakat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dengan kendaraan berkapasitas mesin kecil. 

Aturan, pengawasan dan sanski telah dibuat oleh pemerintah. Namun sayangnya selaku pengawasan dan perlindungan konsumen oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkalis dinilai diduga lemah dan tak mampu melindungi konsumen yang harusnya mendapatkan BBM Subsidi jenis bio solar di SPBU-SPBU. 

Awak media telah mengkonfirmasi melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis, Zulfan dinomor whatsapp 0821 6985 xxxx, Kamis (20/11/2025) berjanji akan segera turun dan siap untuk melindungi hak Konsumen sesuai dengan Undang-undang. 

Awak media mempertanyakan terkait pengawasan jual beli BBM Subsidi jenis bio solar yang diduga diperjual belikan kepada pelansir dan mafia, serta perlindungan konsumen yang dijalan oleh instansi terkait. 

"Terima kasih atas informasi yang penting ini, nanti kami tindak lanjuti lebih lanjuti dan kami siap melakukan pengawasan terhadap SPBU-SPBU yang membandel, "singkat Zulfan. ***