Tangkapam foto dari rekaman CCTV dugaan penganiyaan dilakukan oleh oknum suplier atau pemasok ayam ke mitra dapur MBG Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Riau DETAK60.COM, TALANG MUANDAU - Diduga lakukan penganiyaan terhadap salah seorang karyawan SPPG di Kecamatan Talang Muandau. Suplier atau pemasok ayam potong dilaporkan ke pihak berwajib
Awla mula ceritanya diduga tak terima dengan ayam potong yang dipasoknya bermasalah, oknum supplier yang memasok bahan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis nekat menganiaya salah seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Hafizat Hakim alias Adam, Senin (3/8/26) sekira pukul 17.56 WIB.
Aksi koboi itu terekam jelas dalam Rekaman CCTV berdurasi 53 detik dilingkungan dapur. Dua pria dengan pakaian berwarna merah dan hitam mendatangi area SPPG Beringin.Situasi yang semula tenang, berubah tegang dalam hitungan detik.
Berdasarkan rekaman CCTV, pria berbaju merah diduga lebih dahulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding.
Tak lama berselang, pria berbaju hitam terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban.
Setelah insiden itu, kedua pria tersebut dengan santainya meninggalkan lokasi.
Kepala SPPG Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Ivan Wiliam Saragih mengatakan, dugaan penganiayaan itu dipicu persoalan pengembalian ayam yang sebelumnya dipesan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talang Muandau.
Menurut Ivan, satu plastik ayam yang diterima pihak SPPG ditemukan dalam kondisi berubah warna sehingga tak layak konsumsi.
Demi menjaga kualitas bahan pangan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat program MBG, ayam tersebut kemudian dikembalikan kepada supplier.
"Ayam yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan MBG di Kecamatan Talang Muandau, satu plastik sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Karena itu dikembalikan. Mungkin mereka tidak terima,"terang Ivan, Selasa (4/8/26).
Ivan menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi. Menurutnya, apabila terdapat permasalahan, seharusnya dilakukan secara musyawarah, bukan dengan emosi dan kekerasan.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pinggir pada malam harinya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian di Kecamatan Pinggir.
Sementara, rekaman CCTV yang beredar menjadi salah satu barang bukti penting yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan guna mengungkap dugaan penganiayaan tersebut. *