Pihak sekoalh SMAN 8 Mandau saat foto bersama DURI, DETAK60.COM – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti ruang-ruang kelas dan aula sekolah di berbagai penjuru Indonesia. Tahun ini, ajang Regionale Deutsch Olympiade (RDO) 2025 kembali hadir serentak di berbagai daerah, termasuk provinsi Riau dan Kepulauan Riau, kompetisi bahasa Jerman yang diadakan oleh Goethe-Institut Indonesien bekerja sama dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI).
Pemenang dari masing-masing wilayah akan melaju ke tingkat nasional, yakni Nationale Deutscholympiade (NDO), yang dijadwalkan berlangsung di Goethe-Institut Jakarta pada awal tahun 2026. NDO menjadi ajang puncak bagi para pelajar terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang untuk mengikuti program internasional di Jerman.
RDO dan NDO merupakan ajang uji kompetensi bahasa Jerman tingkat nasional yang mengacu pada Standar Internasional CEFR jenjang A2. Babak penyisihan di tingkat provinsi atau disebut Regionale Deutsch Olympiade (RDO) kembali digelar tahun ini di wilayah Provinsi Riau dan wilayah Kepulauan Riau, yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025, secara virtual dengan menggunakan moda digital MOODLE dan diawasi penguji melalui ZOOM. “Ini bukan hanya soal menang, tapi soal keberanian untuk tampil dan menunjukkan bahwa belajar bahasa asing itu menyenangkan,” ujar salah satu guru Bahasa Jerman SMAN 8 Mandau Herlia Septina, S.Pd sebagai panitia.
Dari Kelas ke Kompetisi Nusantara , Menuju Jakarta dan Menuju Dunia.
Di SMA, SMK atau sekolah sederajat yang membuka program bahasa Jerman, para siswa mengikuti seleksi ketat berdasarkan tingkat kemahiran mereka, mulai dari A1 hingga A2. Mereka diuji dalam empat keterampilan utama: membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Namun lebih dari sekadar ujian, RDO menjadi ruang ekspresi dan pembuktian diri.
Para pemenang dari tiap wilayah akan melaju ke tingkat nasional, Nationale Deutscholympiade (NDO). Bagi mereka yang terpilih, NDO bukanlah akhir, melainkan awal dari peluang lebih besar, termasuk kemungkinan mengikuti program pertukaran pelajar atau pelatihan di Jerman.
RDO bukan hanya kompetisi, tetapi juga perayaan atas keberagaman dan semangat belajar lintas budaya. Goethe-Institut dan IGBJI telah menjadikan ajang ini sebagai simbol kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan, memperkuat posisi bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing yang diminati di Indonesia.
“Melalui RDO, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Jerman, serta membuka wawasan mereka terhadap dunia global,” ungkap perwakilan Goethe-Institut.
Dari ruang kelas di Mandau hingga aula sekolah di Batam, semangat para peserta RDO 2025 menyala terang. Mereka bukan hanya belajar bahasa, tetapi juga membangun jembatan menuju masa depan yang lebih luas.
Dan siapa tahu, dari Riau atau Kepulauan Riau akan lahir juara nasional berikutnya atau bahkan menjadi pemenang mewakili Indonesia di Jerman. ***