Ditemukan Warga Dalam Mobil Hilux, Pria Asal Medan Meninggal Dunia di Duri


Dibaca: 120 kali 
Sabtu, 07 November 2026 - 12:52:32 WIB
Ditemukan Warga Dalam Mobil Hilux, Pria Asal Medan Meninggal Dunia di Duri Kondisi korban saat ditemukan warga Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Riau

DETAK60.COM, BENGKALIS - Warga Kulim Kilometer 11 Desa Sebangar, dikejutkan dengan ada nya penemuan jenazah di dalam sebuah mobil berwarna putih, Jumat (6/11/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB. 

Warga yang melihat kejadian tersebut, langsung melaporkan ke Bhabinkamtibmas setempat Aiptu Ade Saputra. 

Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek S. Bendesa, melalui Kasi Humas Polsek Mandau Aiptu Irfani membenarkan kejadian tersebut. 

"Memang benar ada laporan warga yang melihat seorang pria yang berada di dalam mobil hilux warna putih sudah tidak bernyawa lagi. Pria itu diketahui merupakan warga Medan, Sumatera Utara. Korban berinsial SS warga Desa Simpang Padang, Bathin Solapan, Bengkalis, Riau. Kondisi jenazah saat pertama kali dengan posisi duduk dibelakang kemudi, "terang Aiptu Irfani. 

Setelah dibawa ke RSUD Mandau, jenazah korban di visum. Untuk ditindak lanjuti medis otopsi, pihak keluarga korban yaitu anak kandung nya menolak dan akan membawa jenazah orang tuanya pulang ke kampung halaman, Medan. 

"Hasil pemeriksaan saksi yaitu anak korban SS, korban memang ada penyakit jantung. Agustus 2026 kemarin baru saja melakukan operasi pemasangan ring jantung. Korban SS berusia 72 Tahun, "tambahnya. 

Berawal dari warga sekitar yang melintas, dan melihat korban seperti orang tertidur dalam mobil dengan kaca mobil yang terbuka. 

Saksi langsung memberitahukan kepada tetangga dan warga lainnya untuk memriksa kondisi korban. 

"Setelah di cek nadi sudah tidak berdenyut lagi, maka dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Sebangar. Keterangan dari anak korban, bahwa ada warga Duri yang menghubungi bahwa bapak nya sudah meninggal dunia. Setibanya di Duri, anak korban memastikan, dan benar jenazah itu orang tua nya. Korban langaung dibawa ke Kampung halaman untuk disemayamkan, "tutupnya. 

Tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban, sehingga anak korban menolak untuk dilakukan tindakan medis otopsi. ***