Relawan Dapur MBG Keluhkan Sikap Arogan Kepala SPPG Desa Air Kulim


Dibaca: 33 kali 
Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:46:22 WIB
Relawan Dapur MBG Keluhkan Sikap Arogan Kepala SPPG Desa Air Kulim Kepala SPPG Desa Air Kulim yang diduga arogan

DURI, DETAK60.COM — Ketegangan terjadi di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Air Kulim, Andre Marbun, dilaporkan sejumlah relawan karena dinilai bersikap arogan saat memimpin aktivitas di dapur program nasional tersebut. 

Keluhan para relawan mencuat setelah mereka menyampaikan keberatan kepada pihak keamanan (security) yang bertugas di lokasi dapur MBG. Mereka menilai gaya kepemimpinan Andre terlalu keras dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi relawan yang bertugas di lapangan. 

Ricco Saputra, petugas security di lokasi MBG Air Kulim, membenarkan adanya laporan dari para relawan tersebut. 

“Para relawan melapor ke kami bahwa Kepala SPPG Air Kulim bisa dibilang terlalu arogan dalam bersikap. Sebagai security yang bekerja di sini, saya merasa perlu menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Ricco kepada awak media, Jumat (13/3/2026) sore. 

Ricco juga mengaku memiliki bukti berupa foto dan rekaman video yang memperlihatkan sikap pimpinan tersebut di lapangan. 

“Ada bukti foto dan videonya. Kami menyampaikan ini agar ke depan ada perbaikan,” tambahnya. 

Selain sikap yang dianggap keras, gaya kepemimpinan Andre Marbun juga menjadi sorotan. Ia disebut-sebut kerap tampil dengan atribut menyerupai gaya kombatan, bahkan terlihat membawa sangkur serta tongkat komando saat berada di area dapur MBG. 

Penampilan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan relawan. Pasalnya, penggunaan tongkat komando dalam tradisi kepemimpinan bukanlah atribut yang bisa digunakan secara sembarangan. 

Dalam institusi militer maupun kepemimpinan formal tertentu, tongkat komando umumnya diperoleh melalui proses pendidikan dan pembinaan kepemimpinan yang panjang, seperti melalui Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) maupun Sekolah Komando (Sesko). Karena itu, kemunculan atribut tersebut di lingkungan program sipil seperti dapur MBG menimbulkan pertanyaan terkait gaya kepemimpinan yang diterapkan di lapangan. 

Saat dikonfirmasi awak media, Andre Marbun membantah bahwa dirinya bersikap arogan secara sengaja. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sesuai arahan demi kelancaran program MBG. 

“Izin Mas, bukan saya (berniat arogan). Jangan begitulah, nanti nama SPPG kami rusak. Saya bekerja sesuai arahan dan semua yang saya kerjakan demi kelancaran program MBG,” ujar Andre. 

Meski demikian, ia menyampaikan permohonan maaf apabila sikapnya di lapangan dinilai kurang berkenan oleh para relawan. 

“Kalau memang penilaian orang seperti itu, saya minta maaf. Saat ini saya masih fokus mengurus administrasi dapur untuk rapelan,” katanya. 

Hingga berita ini diturunkan, Rianto selaku Vendor MBG SPPG khusus Desa Air Kulim belum berhasil dihubungi untuk memberikan keterangan resmi terkait ketegangan yang terjadi antara pimpinan unit dan para relawan di dapur MBG tersebut. 

Diharapkan persoalan ini segera menemukan solusi agar pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bathin Solapan tidak terganggu oleh persoalan komunikasi internal di lapangan. ***